Repotnya Membuat SIM
Mei 19, 2008 at 1:33 am | In Pesimis | 4 CommentsTags: kepolisian RI, LPK, polisi, SIM, tilang
Kamis, 15 Mei kemarin menemani paman saya yang hari sebelumnya kena “tilang”. STNK di-TAHAN dan harus bayar sekian rupiah. Parahnya lagi, pamanku belom memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM). Wiss, tambah dhowo urusane’…
Tiba di polres kurang lebih pkl 08.30 wib. Karena baru kali pertama buat SIM ya kami celingak-celinguk sana-sini. Karena bingung. Harus dari mana proses/prosedurnya. Nah, berikut saya simpulkan bagaimana tata cara membuat SIM. Setelah mondar-mandir sana sini!
- Foto copy KTP 3 lembar & beli map
- Mengambil dan mengisi formulir pendaftaran (permintaan) pembuatan SIM, bisa juga digunakan untuk mem(p)erpanjang SIM
- Serahkan berkas2nya ke bagian test kesehatan. Tunggu beberapa saat (padahal lumayan lama, hiks hiks hiks) sampai petugas memanggil nama Anda.
- Setelah mendengar nama Anda dipanggil segera ikuti test kesehatan. Yaitu Anda akan diukur berapa panjang barang Anda, eh berapa tinggi dan berat badan Anda. Kemudian Anda diminta menutup salah satu mata secara bergantian kemudian tebak huruf2 yang ditunjuk petugas dan bunyikan dengan keras jawaban Anda. Rp 15.000,- KONTAN!!
- Kalo di test kesehatan ini berhasil. Maka, Anda berhak melanjutkan ke babak berikutnya yaitu babak yang mengharuskan Anda membayar Rp 150.000,- (oleh utang ora?) untuk mendapatkan sertifikat “lulus” dari Lembaga Pendidikan & Keterampilan (LPK) yang ditunjuk polres (katanya). Di Jepara yang menangani hal ini adalah sebuah ruang kecil yang diberi nama “Dwi Mandiri”.
- Jika Rp 150 rb telah melayang dari dompet Anda, selanjutnya silakan Anda terbang ke LPK yang tertera di “bukti pembayaran” Saudara. Untuk Jepara, 2 LPK yang ditunjuk yaitu, LPK NISSAN FORTUNA & LPK JENGGALA. Nah, disini isi semua pertanyaan dalam satu lembar kertas. Di akhir acara ini DIJAMIN ANDA pasti dengan mulus mendapatkan SERTIFIKAT LULUS dari LPK.
- Dengan bukti 1 lembar kertas dari LPK tersebut, silakan Anda lempar ke hadapan Pak Polisi (kenapa gak ada yang manggil Kang, Pak Dhe, Mbah, Pak Lek, dsb ya?). Anda akan memasuki ruangan khusus untuk mendengarkan ceramah/khotbah dari Pak Polisi (ikut2an manggil “pak” nich) Tunggu beberapa saat (padahal lamanya… Astaghfirulloohal ‘Adziim… Na’udzubillaahi Min Dzaalik… Mesakat, Nda!)
- Dan, inilah babak yang menurut para calon2 pemilik SIM paling enjoy. Yaitu babak praktek naik sepeda motor. Kalo dulu prakteknya di polres sendiri, sekarang di jalan raya. Dan bahkan sampai di Pantai Kartini – Jepara. Weleh, weleh, lek diatur ngene’ sopo sing arep muring-muring? Mesthi seneng kabe’h. Aku?? Ora, Nda! Gawe mules wae. Weteng SENEPP!! Wis ra ndhuwe duit ngene’ ko’ malah muter2. Kesuwen! Jo, lali mbayar Rp 75 rb sik ning kene’. (Kalo hutang, masih kurang ato mungkin dompet/duit hilang masih boleh mengikuti proses gak Pak Polisi?)
- Kalo Anda lolos, tidak ada yang menabrak & Anda tidak menabrak barang apa pun kecuali mungkin rakyat semut yang sedang lewat di jalan raya akhirnya ke-plindess ban motor Anda dan mereka menghembuskan nafas terakhir, maka Anda sudah siap untuk di-jeprat-jepret (foto) yang akan di-lampirkan di SIM.
- Tunggu hingga Anda mendapatkan se-ekor kertas sebagai bukti bahwa Anda telah siap untuk menjemput SIM Anda pada 2 Minggu yang akan datang. Jadi, misalnya Anda membuat SIM pada tanggal 15, maka akhir bulan Anda bisa ber-kangen2 ria, ber-peluk2an ma Pak Polisi, salam sayang… Pak! Peace… Ah, :-d
Tuntas, sudah selesaikah? Belom, karena SIM masih dalam proses 2 Minggu. Adapun total biaya yang harus disediakan adalah sebagai berikut:
1. Rp 3.000,- untuk foto copy KTP dan beli map,
2. Rp 15.000,- untuk test kesehatan,
3. Rp 150 rb untuk ke LPK,
4. Rp 75 rb se-kembali dari LPK,
Total = Rp 243.000,- (most available in “dompet” Anda)
walah… walah… kok nggawe’ SIM wis angil, rumit, larang pisan yo? Ngomong2, kalo kita melakukan kesalahan/pelangaran di jalan raya yang kita tidak tahu kalo ternyata kita telah melangggar peraturan lalu lintas, mbok sebaiknya Pak Polisi jangan me-nahan SIM/STNK kita. Mungkin (dan lebih baik) kita cukup diberi peringatan, nasehat. Hingga akhirnya para pengendara/pengemudi jadi pinter dan tahu mana itu peraturan yang melanggar dan mana yang tidak. Dan saya doakan s’moga Bapak cepet masuk syurga. Kalo tidak demikian, tiada doa dari saya dan bahkan teman2 saya kecuali “S’moga CEPAT MASUK NERAKA!!” wkakakaka….. Peace, ah!
NOTE! Pesimis (banget) kalo lembaga ke-polisi-an di negeri ini bersih, bebas dari KORUPSI!
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Wah, larang tenan gawe SIM C neng Jeporo. Lha ak pas gawe entek 290rb SIM A lewat calo, biasa calone Jeporo akeh jhe..
Ak duwe rencana gawe warnet neng Bangsri, mohon pencerahannya..
Suwun seng akeh mas, mbak, pakde, bude, mbah..
Komentar oleh Muhammad Edo — Juni 1, 2008 #
Lah, kan polisi tuh kurang kerjaannya, mungkin malah gak ada kerjaan, makanya ya…. begitu itulah, buat saya polisi itu tidak lebih baik dari preman kampung. Polisi lebih bejat, laknat, preman berjaket!
Kalo ada polisi yang membaca comment ini terus marah, ya…itu wajar. Saya juga bisa marah! Emang “marah” cuma miliknya polisi doang? X-(. Bahkan, kalo mau gebuk-gebukkan pun saya layani (syarat: lepas atribut2 aparat/kepolisian)
anehnya, kpk kok ndak pernah mengupas masalah korupsi di kepolisian. ah, gak tau-lah…
hany sedikit catatan: mungkin semua ngelakuin itu karena pengaruh pendidikan di kepolisian yang mungkin tidak mengenal sama sekali rasa kemanusiaan. Kecuali di-paksa. Polisi ra’ ono sing keno dicontoh, blass!!
Komentar oleh warunginternet — Juni 1, 2008 #
Setuju pakde.. Baguslah, punya blog buat misuh2 n mencak2. Daripada ditahan, rugi. Ambek polisi ae kok diempet. Teruskan perjuanganmu Bro..
NB: Nek butuh bolo, ak di hub.. kekkekkekke
Komentar oleh Muhammad Edo — Juni 9, 2008 #
@Muhammad Edo:
)
Blog untuk semua, untuk belajar, belajar nge-blog, belajar cari duit, dan gak ketinggalan belajar misuh,
Don’t worry, ntar kalo gw di penjara loe bakal gw hubungi buat nemenin gw, :-p
Dan… Perjuangan belom berhenti…!! Bubarkan Polisi!! (FPI jangan bubar, karena lebih keren drpd polisi yg plin-plan,humad-humud..) Okeh?
Komentar oleh warunginternet — Juni 10, 2008 #